Minggu, 21 Juni 2015

Resume Jurnal THT 3 - Emergent Effects in Multimodal Feedback from Virtual Buttons

Emergent Effects in Multimodal Feedback from Virtual Buttons
ADAM FAETH, Iowa State University. CHRIS HARDING, Iowa State University.

http://dx.doi.org/10.1145/2535923.

The continued advancement in computer interfaces to support 3D tasks requires a better understanding of how users will interact with 3D user interfaces in a virtual workspace. This article presents two studies that investigated the effect of visual, auditory, and haptic sensory feedback modalities presented by a virtual button in a 3D environment on task performance (time on task and task errors) and user rating. Although we expected task performance to improve for conditions that combined two or three feedback modalities over a single modality, we instead found a significant emergent behavior that decreased performance in the trimodal condition. We found a significant increase in the number of presses when a user released the button before closing the virtual switch, suggesting that the combined visual, auditory, and haptic feedback led participants to prematurely believe they actuated a button. This suggests that in the design of virtual buttons, considering the effect of each feedback modality independently is not sufficient to predict performance, and unexpected effects may emerge when feedback modalities are combined. Categories and Subject Descriptors: H.5.2 [Information Interfaces and Presentation]: User Interfaces—Haptic I/O. General Terms: Design, Experimentation, Human Factors Additional KeyWords and Phrases: Virtual buttons, multimodal feedback, haptic force feedback, evaluation, performance.

Pengkaji: Muhamad Indrawan (G64120074)

Ulasan/Kajian:
Artikel ini menyajikan dua studi yang menyelidiki efek visual, pendengaran, dan haptic modalitas umpan balik sensoris yang disajikan oleh tombol virtual dalam lingkungan 3D pada kinerja tugas (waktu dan kesalahan) dan user rating.
Gabungan visual, auditori, dan haptic umpan balik yang dipimpin peserta untuk percaya bahwa mereka digerakkan tombol. Hal ini menunjukkan bahwa dalam desain tombol virtual, mempertimbangkan efek dari masing-masing modalitas umpan balik tidak cukup secara independen untuk memprediksi kinerja, dan efek tak terduga yang mungkin muncul ketika modalitas tanggapan digabungkan. Tombol virtual memiliki potensi untuk menciptakan interaksi yang lebih ekspresif; umpan balik tidak dibatasi oleh desain mekanik dan tombol dapat menyesuaikan dalam menanggapi

lingkungan. Tombol virtual merupakan komponen penting dari user interface yang mendukung di berbagai bidang. Meskipun manipulasi langsung dan antarmuka gestural sesuai untuk beberapa bidang di ruang kerja 3D, virtual tombol memiliki keunggulan dalam discoverability dan affordance yang melengkapi interface alami. Interaksinya tidak hanya satu tujuan, tapi bisa bermacam-macam tujuan, seperti unimodal (hanya satu sentuhan) dalam perkembangannya bisa banyak modal (sentuhan) namun dengan teknologi yang lebih canggih. Namun, sebelum mulai merancang interaksi yang lebih ekspresif, kita harus terlebih dahulu memahami bagaimana tombol virtual berkomunikasi kepada pengguna. Ada tiga bidang virtual yaitu keyboard, layar sentuh, dan umpan balik multi modal. Jika dibandingkan kalo kita mengetik antara keyboard dengan layar sentuh itu berbeda, yang dapat mengakibatkan beberapa kesalahan dalam mengetik pada layar sentuh. Karena masalah itu, dijadikanlah efek timbal balik yaitu dengan audio dan vibrate. Multimodal memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah interaksi multimodal dapat mengurangi kesalahan dan membantu pengguna pulih dari kesalahan, serta mengurangi beban kerja fisiologis. Lalu kekurangannya adalah dapat membingungkan pengguna karena umpan balik dari target yang tumpang tindih. Kita kaji kembali kalau mobilitas yang diberikan ke terlalu banyak (rangsangannya) hal tersebut dapat menimbulkan efek ketidakstabilan dan yang paling parah dapat menimbulkan efek penundaan yang tidak teratur. Para peneliti juga mengamati efek di mana salah satu modalitas mempengaruhi persepsi modalitas lain. Contohnya yaitu persepsi visual mempengaruhi persepsi audio diucapkan. Ada empat peristiwa  yang membentuk tombol tekan (feedback): sentuhan, aktuasi, deactuasi, dan rilis. Tombol yang kami gunakan dalam penelitian ini memberikan umpan balik dalam pendengaran, sentuhan, gerakkan, dan peristiwa serta menggunakan tombol nomor untuk menelepon. Transisi antara sentuhan dan aktuasi penting karena memungkinkan pengguna untuk merasa tombol tanpa memicu suatu peristiwa aktuasi atau membuat koreksi ia keliru mulai menekan tombol yang salah. Ada tiga komponen penilaian yang dilakukan kepada peserta dalam penelitian ini yaitu tugas waktu penyelesaian, jumlah kesalahan yang dibuat saat menekan, dan rating subjektif umpan balik tombol dari peserta. Waktu penyelesaian tugas diukur dari waktu peserta pertama menyentuh tombol apapun pada keypad sampai waktu ia merilis tombol terakhir pada keypad. Selama setiap penugasan, peneliti juga menghitung berapa kali pengguna menyentuh dan merilis tombol. Untuk menghitung ukuran kesalahan keseluruhan, peneliti juga menggunakan algoritma string Wagner-Fisher match- untuk membandingkan nomor telepon yang ditetapkan dengan angka yang dimasukkan oleh peserta. Peserta mencatat rating Likert pada keypad virtual lain yang menggunakan kombinasi yang sama dari modalitas umpan balik sebagai tugas. Peneliti juga menggunakan kekuatan/posisi mentransfer fungsi untuk menghasilkan sensasi klik untuk umpan balik haptic. Perlu dicatat bahwa peserta hanya melihat nomor telepon benar-benar keluar setelah menyelesaikan tugas dan setelah mereka memberikan peringkat subjektif umpan balik. Lalu, penelitian ini tidak menunjukkan jumlah keluar sebagian yang sementara peserta dipanggil. Oleh karena itu, hal ini memastikan peserta menerima umpan balik hanya langsung dari tombol sendiri dan bukan dari sumber tambahan seperti jumlah sebagian yang ditampilkan pada monitor. Namun, studi percontohan terkena dua masalah yang peneliti tangani sebelum melakukan pembelajaran penuh. Masalah pertama adalah bahwa model yang mewakili stylus PHANTOM di virtual lingkungan diberikan kemampuan untuk menekan tombol dengan silinder, tapi memaksa umpan balik hanya dihitung pada ujung silinder. Masalah kedua adalah jenis tombol umpan balik yang digunakan saat merekam respon pada skala Likert. Peneliti memutuskan bahwa peserta harus tetap satu tangan pada stylus PHANTOM untuk meminimalkan gangguan aliran selama penelitian.

Sabtu, 06 Juni 2015

Recognition Rather than Recall – denpasarkota.go.id

Recognition rather than recall – denpasarkota.go.id

Meminimalkan beban memori pengguna dengan membuat objek, tindakan, dan pilihan terlihat. Pengguna tidak perlu mengingat informasi dari satu bagian dari dialog yang lain. Instruksi untuk penggunaan sistem harus terlihat atau mudah dpt kapanpun.

Masalah 1

Pada situs web denpasarkota.go.id tepatnya pada menu webmail terdapat konten log in dengan memasukkan email address. Namun pada saat memasukkan email addrees (kita sudah memasukkan email kita sebelumnya) dan kita ingin memasukkan email address kembali, tidak ada recognition rather than recall.
Rekomendasi perbaikan: Hal yang perlu diperbaiki adalah dimasukkannya konten recognition rather than recall agar supaya jika kita ingin login, pada email address tidak perlu lagi mengetik secara sepenuhnya.

Severity Rating: 2
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah 2
Pada situs web denpasarkota.go.id tepatnya pada halaman beranda di menu hubungi kami terdapat konten pelaporan yang formatnya terdiri dari nama, alamat, email, judul, isi, dan kode keamanan. Namun pada saat memasukkan nama, alamat, email, judul, isi, dan kode keamanan (kita sudah memasukkan sebelumnya) dan kita ingin memasukkan  kembali nama, alamat, email, judul, isi, dan kode keamanan lagi, itu tidak ada recognition rather than recall.
Rekomendasi perbaikan: Hal yang perlu diperbaiki adalah dimasukkannya konten recognition rather than recall agar supaya jika kita ingin lapor ke pihak pemerintah denpasarkota, kita tidak perlu lagi mengetik secara sepenuhnya apabila ingin melapor kembali.

Severity Rating: 2

Error Prevention (PREVENTION) – denpasarkota.go.id

Error prevention (PREVENTION) – denpasarkota.go.id

Bahkan lebih baik daripada pesan kesalahan yang baik adalah desain hati yang mencegah masalah dari terjadi di tempat pertama. Entah menghilangkan kondisi rawan kesalahan atau memeriksa mereka dan pengguna hadir dengan pilihan konfirmasi sebelum mereka berkomitmen untuk tindakan.

Masalah 1

Pada situs web denpasarkota.go.id pada menu webmail terdapat konten log in dengan memasukkan email address dan password, namun tidak ada konten sign up. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya prevention.
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah dimasukkannya konten sign up sehingga seseorang yang belum mendaftar bisa mendaftar terlebih dahulu pada konten sign up.

Severity Rating: 4
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah 2
Pada situs web denpasarkota.go.id tepatnya pada halaman utama dan halaman beranda terdapat konten search, namun dalam konten search tersebut tidak ada rekomendasi pencarian jika kita menuliskan beberapa huruf saja apabila ingin mencari kata yang diinginkan.
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah dimasukkannya konten rekomendasi kata pada tiap-tiap kata yang ada pada situs web denpasarkota.go.id.


Severity Rating: 2
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Consistency and Standards – denpasarkota.go.id

Consistency and standards – denpasarkota.go.id
Pengguna tidak harus bertanya-tanya apakah kata-kata yang berbeda, situasi, atau tindakan berarti hal yang sama. Ikuti konvensi Platform.

Masalah 1

Pada situs web denpasarkota.go.id pada halaman utama dan halaman beranda terdapat konten search/pencarian namun desainnya tidak sama/konsisten antara konten search yang ada pada halaman utama dengan halaman beranda.
Rekomendasi perbaikan: hal yang diperbaiki adalah konten pencarian/search di setiap halaman web disamakan semua sehingga user tidak merasa aneh dan bingung.

Severity Rating: 1
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah 2
Pada situs web denpasarkota.go.id pada halaman beranda pada tata letak sisi kiri dan kanan (ex: “Public Service” dan “Web Instansi”) font serta efek  tulisan dari masing-masing menu tidak sama (tidak konsisten).
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah font serta efek tulisan pada semua tataletak sisi kiri dan kanan dikonsistenkan.

Severity Rating: 1
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aesthetic and Minimalist Design – denpasarkota.go.id

Aesthetic and minimalist design – denpasarkota.go.id
Dialog harus tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau jarang dibutuhkan. Setiap unit tambahan informasi dalam dialog bersaing dengan unit yang relevan dari informasi dan mengurangi visibilitas relatif mereka.

Masalah 1
Pada situs web denpasarkota.go.id tepatnya pada menu “Hubungi Kami” dengan menu “Pemerintahan” terdapat hal yang tidak minimalis (memboroskan) untuk menghubungi pihak pemerintah denpasarkota.
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah isi menu “Hubungi Kami” menjadi kontak-kontak pemerintah denpasarkota. Dapat berupa email, nomor telepon, faximile dll.
Sedangkan pada menu pemerintahan, sub menu email dihilangkan.

Severity Rating: 2
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah 2
Pada situs web denpasarkota.go.id pada halaman utama terdapat menu-menu khusus yang submenunya juga banyak sekali. Hal tersebut menyebabkan desain tidak minimalis info-info terkait.
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah halaman utama menjadi halaman beranda. Di halaman beranda, menu-menu khusus uang ada pada halaman utama sebelumnya dimasukkan ke dalam menu-menu yang ada dalam halaman beranda. Title menu-menu pada halaman beranda juga sebaiknya desainnya lebih informatif yaitu dengan icon ditambah dengan nama menunya.

Severity Rating: 1
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Match Between System and The Real World (METAPHOR) – denpasarkota.go.id

Match between system and the real world (METAPHOR) – denpasarkota.go.id
Sistem harus berbicara bahasa pengguna ', dengan kata-kata, frase dan konsep akrab bagi pengguna, bukan istilah berorientasi sistem. Ikuti konvensi dunia nyata, membuat informasi muncul dalam urutan alami dan logis.

Masalah 1
Pada situs web denpasarkota.go.id terdapat sejumlah icon yang tidak sesuai yaitu menu “Web Instansi Kota Denpasar” dan “Media Streaming”. Menurut saya icon yang diberikan kurang sesuai sehingga dapat membuat user menjadi bingung.
Rekomendasi perbaikan: hal yang perlu diperbaiki adalah menempatkan icon yang sesuai dengan konten yang diberikan.

Severity Rating: 1
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah 2
Pada situs web denpasarkota.go.id terdapat title menu web yang terdapat icon yang tidak bermakna yaitu icon “next”. Padahal icon tersebut tidak mempunyai fungsi-fungsi khusus.
Rekomendasi perbaikan: Hal perlu diperbaiki adalah icon tersebut dihilangkan, color warna disamakan menjadi hitam, dan serta ukuran font lebih diperbesar untuk membedakan antara title dengan isinya.

Severity Rating: 1

Rabu, 13 Mei 2015

Sabtu, 07 Maret 2015

Bagaimana Cara Membuat Wireless Sendiri dengan TP-Link?

Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat wireless sendiri

Anggota Kelompok :
  • Ramdhan Abdul Ghifari (G64120117)
  • Moh. Aryo Faqih Z         (G64120069)
  • Iwan Kurniawan              (G64120119)
  • Muhamad Indrawan        (G64120074)
Gambar 1. Quick Setup

Gambar 2. Start

Gambar 3. Mode

Gambar 4. Wireless Settings

Gambar 5. Network Settings

Gambar 6. Finish

Gambar 7. Information of Wireless


Rabu, 18 Februari 2015

Bagaimanakah User Interface yang Baik?




Berikut adalah ulasan mengenai kriteria #website yang baik. Sederhananya website yang baik itu memiliki kriteria dasar seperti menarik, page loadnya cepat, kontennya baik, dan tidak banyak iklan. Suatu web dapat dikatakan baik jika memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut. Adapun kriteria berikut ini adalah dari sudut pandang penulis sendiri yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Desain Visual.
Desain adalah kreatifitas, tidak ada yang salah selama tidak merugikan orang lain. Desain adalah ‘rasa’ , nilai estetika (Warna, Layout, Elemen, Tipografi) ditentukan dari apresiasi dan persepsi setiap orang (user). Sebagian besar dari kita menilai sebuah buku berdasarkan dari cover nya, hal tersebut juga berlaku untuk website. Jika sebuah website terlihat kuno dengan desain yang “amburadul”, maka website tersebut akan kehilangan kredibilitasnya. Jika desain website terlihat up to date, maka pengunjung akan kerasan dengan website kita dan melanjutkan untuk menggali lebih dalam konten.
Menggali lebih dalam konten berarti mereka tinggal di dalam situs lebih lama dan akan lebih cenderung memiliki perasaan yang positif untuk melakukan komunikasi yang baik. Karena itu website kita sebaiknya mempunyai desain dengan struktur yang tepat seperti header, footer, menu navigasi, dan blok iklan. Usahakan struktur tersebut sama pada setiap halaman sehingga pengunjung tidak dibuat bingung dengan misalnya, menu yang berpindah-pindah. Usahakan agar pemilihan warna, penempatan logo website dan font yang digunakan konsisten pada setiap halaman sehingga pengunjung tidak merasa pindah ke website lainnya.

Website sebaiknya memiliki tampilan yang menarik, agar pengunjung yang dituju semakin tertarik pada informasi yang dibagikan. Selain itu website harus memiliki desain yang memudahkan pengguna untuk menggunakan website. Jangan sampai membuat pengguna bingung dengan desain website. Kadang-kadang sebuah website memiliki tampilan dengan hiasan-hiasan yang terlalu banyak. Hiasan-hiasan ini kadang malah membingungkan pengguna. Atau malah tampilan website yang terlalu biasa, juga bisa membuat user-interface yang kurang jelas. Berikan tampilan yang menarik dan juga berikan user-interface yang jelas.

Struktur website yang baik dapat dilihat dari navigasinya (link-link yang dimilikinya). Melalui navigasi yang buruk, pengunjung dapat tersesat dan kemudian meninggalkan situs yang dikunjunginya. Tentukan struktur penempatan konten website seperti header, footer, menu navigasi dan blok iklan. Usahakan struktur tersebut sama pada setiap halaman sehingga pengunjung tidak dibuat bingung dengan misalnya, menu yang berpindah-pindah. Usahakan agar pemilihan warna, penempatan logo website dan font yang digunakan konsisten pada setiap halaman sehingga pengunjung tidak merasa berpindah ke website lainnya. Jangan pernah menempatkan iklan yang lebih banyak daripada konten Anda karena pengunjung tidak mencari iklan melainkan konten website Anda.

2. Loading time.
Load time website adalah waktu yang diperlukan oleh browser untuk menampilkan website secara keseluruhan. Banyak hal yang mempengaruhi kecepatan tersebut, seperti elemen-elemen CSS, elemen-elemen HTML, elemen-elemen javascript, kecepatan akses internet, image dsb. Load time website sangat penting karena bisa mempengaruhi “kepuasan” pengunjung. Jika website kita gagal ditampilkan dalam beberapa detik, biasanya pengunjung baru enggan berlama-lama menunggu dan memutuskan untuk meninggalkan website. Hal ini sering terjadi pada pengunjung yang berasal dari hasil pencarian dimana mereka membutuhkan informasi yang tepat dan singkat.

Sebuah penelitian online menyebutkan bahwa 75 % pengunjung tidak akan kembali lagi ke blog atau situs yang load time-nya lebih dari empat detik. Loading web yang cepat. Penyebab utama lamanya website ditampilkan adalah besarnya gambar atau animasi yang dimilikinya. Pengunjung website tidak suka menunggu munculnya website yang lama, terutama di Indonesia, ketika banyak orang masih menggunakan modem 56 Kbps, sehingga kecepatan mengambil data semakin terbatas
Dari sudut pandang manapun, waktu loading yang cepat harus menjadi perhatian utama. Apabila wesite Anda gagal ditampilkan dengan sempurna dalam waktu beberapa detik, biasanya pengunjung baru enggan berlama-lama menunggu dan memutuskan untuk meninggalkan website Anda. Biasanya ini terjadi pada pengunjung yang berasal dari hasil pencarian dimana mereka membutuhkan informasi yang tepat dan singkat.

Berkaitan dengan hal ini adalah pemilihan Hosting dan Domain. Pemilihan jenis dan letak hosting yang telah teruji handal. Pemilihan hosting sangat menentukan kestabilan sebuah website. Pertimbangan biaya juga patut diperhatikan bagi kalangan menengah ke bawah. Nama domain diusahakan singkat dan mudah diingat. Pilihlah nama domain yang baik dan mudah diingat. Sesuaikan dengan tema dan konten situs kita situs kita misalnya bebetterself.com untuk tema pengembangan diri.

Cara ini sebenarnya sederhana dimana domain yang kita pilih memiliki hubungan langsung dengan keyword yang diincar. Contoh : jika saya ingin membuat blog dengan kategori pengembangan diri untuk menjadi lebih baik (to be better self) maka optimasi seonya akan lebih mudah jika domain blog saya juga mengandung unsure kata ‘be better self’ seperti bebetterself.com atau betterself.com berikut extensi lainnya seperti bebetterself.info, bebetterself.org, bebetterself.net, dan sebagainya.

3. Interactivity (bersifat interaktif)
Bersifat interaktif disini dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna website. Pengunjung akan segera meninggalkan website kita jika mereka tidak mendapatkan kejelasan tentang apa yang ditawarkan pada website kita. Berikanlah informasi yang cukup pada halaman website Anda mengenai isi website tersebut seperti judul yang cukup jelas dibaca dan menginformasikan isi halaman website Anda. Berikan tautan (link) yang menuju halaman-halaman lain pada website Anda.

Tempatkan tautan ini pada tempat yang mudah dijangkau dan jelas terlihat. Hindari pemuatan tautan yang menuju halaman website yang masih dalam pengembangan. Sebagai alternatif, berikan pesan yang menyebutkan bahwa halaman tersebut akan dapat diakses pada jangka waktu tertentu. demikian juga dengan Penggunaan warna yang tidak sesuai dapat menyulitkan pengunjung dalam memperoleh informasi yang diinginkan.
Sebaiknya cantumkan juga identitas nama anda dan motivasi anda menulis sehingga pengunjung dapat menjalin komunikasi dengan anda melalui jejaring sosial dan email.

4. Content.
Alasan orang mengunjungi blog atau website kita adalah karena isi dari blog atau website tersebut. Jadi blog atau website yang baik adalah blog atau website yang memiliki isi atau konten yang bagus. Ingat hal yang paling penting dari suatu blog atau website adalah isi atau kontennya, karena “content is a king”. Selain itu isi dari konten tersebut harus banyak dicari oleh orang lain dengan menggunakan keyword tool, untuk mengetahui keyword apa yang paling banyak dicari oleh orang lain. Jangan pernah menempatkan iklan yang lebih banyak daripada konten, karena pengunjung tidak mencari iklan melainkan konten dari website.

Sebaiknya menghindari design dengan halaman splash. Halaman splash ini biasanya berisi gambar-gambar yang cantik, indah dengan beberapa kata-kata atau kalimat pendek seperti “selamat datang” atau “klik disini untuk masuk”. Tetapi pada kenyataanya, halaman ini hanyalah sekedar sebuah halaman. Tidak ada nilai lebih didalamnya kecuali “hanya satu buah navigasi” yang sebenarnya bisa ditiadakan. Dengan halaman splash, anda tidak sengaja memberikan pintu berlapis untuk tamu yang ingin berkunjung.

Halaman antara adalah halaman yang ditampilkan sebelum halaman utama ditampilkan yang biasanya disebut dengan Splash Page atau Intermission. Halaman seperti ini biasanya berisi ucapan selamat datang atau bahkan iklan. Halaman seperti ini sering ditemukan, seringkali hanya berisi logo website dengan tulisan “Click here to Enter Site” di bawahnya. Hal ini sungguh mengganggu bagi pengunjung website Anda.

Jangan pernah menggunakan pop-up atau URL khusus untuk mengunjungi halaman pembuka anda, sebagai gantinya gunakanlah overlay ajax. (contoh ketika anda mengunjungi http://backlinkwatch.com dan mencoba untuk mengisi kotak, maka tampilan ajax overlay akan muncul).

Hal penting lainnya adalah tidak memuat file multimedia yang terlalu banyak. Video dan audio adalah konten multimedia yang cukup mengganggu pengunjung dan memang tidak efektif. Biasanya pengunjung akan langsung mengecilkan volume atau bahkan menutup website Anda. Apabila file multimedia memang diperlukan, buat agar file tersebut tidak langsung dijalankan pada saat website dibuka dan tambahkan link untuk mengaktifkan file multimedia tersebut. Bentuk lain yang cukup mengganggu adalah gambar animasi, sebisa mungkin tempatkan gambar animasi di luar konten utama website Anda sehingga pengunjung tidak terganggu ketika berusaha membaca konten tersebut.

5. Aksesabilitas dan kompatibilitas.
Adalah kemampuan sistem agar dapat diakses oleh pengguna yang memiliki keterbatasan. Setiap orang dapat menikmati informasi yang ada dalam sebuah situs tak terkecuali bagi orang-orang dengan keterbatasan (fisik, teknologi, dll). Dalam pembangunan sebuah situs Web kita tidak dapat gegabah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan dapat “dinikmati” dalam berbagai keadaan audiens (user). Setiap orang dapat menikmati informasi yang ada dalam sebuah situs tak terkecuali bagi orang-orang dengan keterbatasan (fisik, teknologi, dll).

Dalam pembangunan sebuah situs Web kita tidak dapat gegabah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan dapat “dinikmati” dalam berbagai keadaan audiens (user). Dalam hal kompatibilitas hal yang sangat penting lainnya adalah Seberapa luas sebuah webite didukung kompabilitas peralatan yang ada, misalnya browser dengan berbagai plug-in nya ( IE, Mozilla, Opera, Google Chrome, Netscape, Lynx, Avant, Maxthon dan masih banyak lagi dengan berbagai versi dan plugin nya).

6. Funcsionality.
Penggunaan teknologi web yang cocok untuk misi yang hendak disampaikan sebuah situs web adalah yang dimaksud dengan fungsionalitas. Pengaksesan informasi dengan cepat dan baik adalah salah satu faktor penting sebuah situs web. Sehingga waktu download, kemampuan cross platform, dan browser independent sangat dominan dalam penilaian fungsionalitas sebuah situs.

Functionality Ini akan melibatkan programmer dengan script-scriptnya, misal PHP,ASP,Java,CGI dsb, untuk menciptakan sebuah website yang dinamis, interaktif dan ‘hidup’ yang bisa mengajak pengunjung berkomunikasi secara langsung. Seberapa baik sebuah website bekerja dari aspek teknologikal nya.

Hal penting lainnya adalah kelengkapan fitur. Berikan fitur-fitur seperti: Forum, Messages Board, Download, Email, Chatting, Registrasi, Polling, Shopping Chart, Buku Tamu, Komentar. Fitur-fitur ini sebaiknya diberikan dalam website agar semakin memudahkan pengguna dalam penggunaan website.

7. Usability.
Adalah kemampuan sistem agar mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya. Usability terdiri dari : Learnability: Kemudahan penggunaan dan waktu belajar , Efficiency: kecepatan kinerja , Memorability: daya ingat , Errors: tingkat kesalahan, dan Satisfaction: kepuasan subyek.
Satu hal lagi aspek yang tidak boleh kita lupakan adalah accesibility, yaitu memaksimalkan penggunaan sebuah content ketika satu/lebih indera kita dimatikan/dikurangi (khususnya mata), ingat bahwa mungkin saja pengunjung website kita adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik ( Accesibility Checklist Recomendationnya W3C ).
Sumber : www.speedseo.biz

Pada gambar website yang dicantumkan, menurut saya dari segi user interface memiliki beberapa kekurangannya yaitu dalam hal warna, space kosong pada menu, dan terlalu banyak konten-konten di halaman home (mulai dari produk-produk dan iklan-iklan).
1. Warna yang dipilih pada website adalah dominan pink, hal tersebut menyebabkan visual pengguna merasa tidak nyaman.
2. Konten-konten yang terdapat pada website terlalu banyak sehingga visual pengguna merasa lelah dalam menggunakan website.
3. Space yang kosong pada menu menyebabkan ketidakseimbangan desain web.

Saya telah mengomentari blog teman: